Pages

M A T I

بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲِ الرَّحْمَنِ ارَّحِيم
Walau segagah mana pun kamu, boleh kamu lawan kematian?


"Hendak mati nanti aku bertaubatlah"

"Waktu  muda ini lah untuk kita enjoy, dah tua nanti berubahlah"

Golongan - golongan yang mendendangkan dialog - dialog di atas terus alpa dengan nikmat kehidupan. Jasad mereka hidup, tapi jiwa mereka mati. Hati mereka kabur untuk melihat akhirat. Nafsu mereka terus menerus menikmati dosa - dosa yang akan membuat pelakunya akan merana kelak. Mereka sangka mereka mampu hidup sehingga batas - batas waktu yang mereka inginkan, sedangkan mereka lupa kematian sentiasa mengejari mereka. Mereka itu mungkin saya, anda, kamu dan kadangkala mungkin kita semua.

Ini kerana kita sering melupakan kematian, padahal kematian tidak pernah melupakan kita. Kita mengambil sikap endah tak endah terhadapnya, padahal ia hanya menunggu masa sahaja. Kematian, walaupun kita cuba menutup pintu - pintu untuk menghalangnya, dia tetap mampu menerobos menemui kita. Kita melarikan diri diri ke tempat yang menjulang tingginya, namun kematian tetap dapat naik menuju kita. Kita melayang - layang di udara untuk menjauhinya, namun dia akan terbang manghampiri kita.Kita cuba bersembunyi diantara dua dinding untuk menyorok darinya, tetapi dia tetap dapat menemukan diri kita. Ah, ceruk mana lagi yang bisa setiap jasad yang bernyawa untuk lari dari kematian? Tiada. Setiap yang bernyawa PASTI akan merasai kematian.  

Kematian boleh terjadi pada bila - bila masa dan ketika tetapi itulah hakikat yang kita selalu lupa. Seorang bayi boleh sahaja meninggal dunia saat seminggu menjengah dunia, seorang pemimpin boleh sahaja tumbang menghadap Ilahi ketika sedang semangat menyampaikan pidatonya, seorang guru boleh sahaja menghadap Ilahi saat dia dengan penuh sabar mendidik anak muridnya, seorang kaya boleh sahaja mati ditembak ketika mengira duitnya yang berlambak - lambak. 

"Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kamu tangisi boleh berbicara, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kamu sekalian, nescaya kamu akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kamu sendiri"- Imam al- Ghazali rhm.

Sebelum saya, anda dan kita semua meninggal dunia, mari kita terlebih dahulu mematikan diri kita sejenak. Tutuplah mata dan bayangkan jenazah kita sedang berada di atas keranda mayat. Keadaan yang bagaimanakah yang kita inginkan setelah kita mati? maka jadilah seperti yang kita inginkan di saat kita masih hidup ketika ini. Jika kita ingin mati dalam keadaan yang baik, marilah kita penuhkan kebaikan dalam kehidupan yang masih kita miliki saat ini.

Perbaiki kesalahan kita, perbaiki tingkah laku kita, bertaubat di atas segala perbuatan maksiat kita, bukalah lembaran baru kehidupan dengan keadaan seperti yang kita mahu pada pengakhiran kita nanti. Cuci hati kita dari kekotoran, kedengkian, kekhianatan dan keburuksangkaan. Kelak kita akan terimbau kembali apa yang kita lakukan sepanjang kehidupan kita kerana makhluk - makhluk dan seluruh manusia akan menjadi saksi Allah. Jika mereka bersaksi dengan memuji kita, maka itu adalah khabar yang sangat baik untuk kita. Namun jika mereka bersaksi dengan menyebutkan keburukan kita, maka kita sangat merugi tiada peluang untuk menebusnya lagi.

Esok belum tentu buat kita, sekarang inilah masanya untuk kita kembali kepada Allah. Bayangkan kain putih menutupi sekujur badan? Bayangkan apakah perasaan kalian sebaik ditinggalkan keseorangan dalam liang yang dalamnya tujuh kaki dengan hanya ditemani kegelapan.?  Ah, waktu itu segalanya sudah terlambat buat kita.

"Sesungguhnya maut yang kamu melarikan diri daripadanya itu, tetaplah ia akan menemui kamu; kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata, lalu Ia memberitahu kepada kamu apa yang kamu telah lakukan (serta membalasnya)" QS 62:8

Renungan untuk diri sendiri dan sahabat sekalian. Moga Allah redha.


*ada orang tegur rambut ada uban, 
Dijawab: dah tak lama dah.. tanda Allah nak suruh ingat mati.

2 comments:

Muhammad Adam bin Roslan said...

terima kasih atas coretan ini;;; harapnya dapat menyedarkan lebih ramai orang lagi.. tatkala kita di akhir zaman

aiesh said...

Assalamualaikum..
I thought it was a great statement's.. in deed it were a great and by the way all this while i always thinking that i am alone (during my darkest moment's) but i was wrong when Allah met me with someone which that such person assist me to the greatest silver lining that i've been seeking in the darkest world.. subhanallah.. n alhamdulillah...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...