Pages

Langit



Aku mencintai langit,
Apapun keadaannya.

Saat ia gelap mendung,
Saat ia cerah indah,
Saat ia berdentum dentum,
Saat ia menurunkan mutiaranya,
Juga saat ia dihiasi pelangi,

Pendek kata,
Apapun kondisinya,
Aku mencintainya seadanya.

Namun,
Apa dayaku,
Langit terlalu tinggi untuk didakap.

Hampir mustahil,
Bagi lelaki biasa,
Yang tiada apa,
Mahu memilikinya.

Mencintainya dari jauh.

Aku kira,
Itu sahaja pilihan yang ada.

Ya, diriku ini,
Perlu sedar diri.

Cukuplah kiranya,
Bila tiba saatnya.

Tuhan temukan,
Si pencinta langit ini,
Dengan pencinta langit juga.

Yang bisa menerima,
Serta memberi,
Seadanya,
Sederhana,
Dalam keadaan Allah redha.

Yang mampu,
Saling membangkitkan,
Dari lena,
Sujud kepadaNya.


-Pencinta Langit
4.33am, Bumi Tuhan.



No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...